Data-Singapura - Para pemimpin industri perbankan Singapura melihat terdapat sejumlah peluang bisnis besar dari gejolak urbanisasi di Asia. Industri perbankan dapat ikut tumbuh dengan cepat bersamaan dengan maraknya program pertanian, infrastruktur dan sejumlah produk konsumsi masyarakat.

Mengutip laman Live Trading News, Sabtu (5/7/2014), sektor infrastruktur di Singapura saja tercatat memerlukan dana sebesar US$ 2,4 triliun dalam beberapa tahun hingga 2030.

Salah satu ekonom dari McKinsey Global Institute mengatakan, sektor pertanian juga akan membutuhkan dana besar yang menyebabkan lahirnya banyak peluang bisnis raksasa.

Sementara itu Pimpinan Changi Airport Group Liew Mun Leong mengatakan, kebutuhan fasilitas transportasi, rumah sakit dan bandara akan meningkat.

Ke depan, permintaan dana untuk berbagai konstruksi akan meningkat khususnya di Asia dan membuat bisnis di sektor perbankan menjadi sangat menggiurkan.

"Jumlah penduduk di berbagai desa di Asia bertambah sekitar 4,4 juta per tahun. Dalam sepuluh tahun ke depan, setengah dari populasi tersebut akan menjadi penduduk kota," seperti tertulis dalam laporan DBS Bank.

Bank tersebut melaporkan, Asia akan menjadi pemicu urbanisasi terbesar di dunia dengan kontribusi China dan India masing-masing sebesar 37 persen. Terdapat sekitar 1,4 miliar penduduk kota yang tersebar di Asia pada 2030.

Setiap tahun, permintaan dana yang diperlukan Asia tercatat terus meningkat bahkan melampaui permintaan di kawasan Amerika.

"Sejak Lehman Brothers bangkrut lima tahun lalu, Asia telah menambah sejumlah sumber pendanaan dari Jerman," ungkap para ekonom DBS.

Meski demikian, Liu mengatakan, tak banyak kota di Asia yang layak huni, kecuali berbagai kota di Jepang dan Singapura. Sebagian kota di China juga hampir layak utnuk dihuni.

Pembangunan untuk mengubahnya menjadi layak huni yang menyebabkan pentingnya persediaan dana di berbagai kota di Asia. (Sis/Nrm)

(Nurmayanti)
Data-JAKARTA -- Kurang dari enam bulan lagi Indonesia akan memasuki perdagangan bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang mulai tahun 2015. Secara umum pemerintah dan pelaku usaha mengakui, industri nasional belum siap menghadapi MEA.

Kementerian Perindustrian melansir, hanya 31 persen industri manufaktur yang punya kemampuan daya saing di pasar ASEAN. Sisanya 69 persen industri lainnya masih megap-megap bertarung di pasar bebas ini. Direktur Jenderal Basis Industri Manufaktur Kementerian Perindustrian, Harjanto, menyatakan, hanya 1.250 pos tarif atau 31,26% dari total 3.998 pos tarif produk industri manufaktur yang siap bertarung di MEA.

"Sisanya kesulitan saat MEA berlaku," terang Harjanto, akhir pekan lalu. Seakan tak mau putus asa, Kementerian Perindustrian mengklaim sudah punya strategi menghadapi perdagangan bebas ASEAN.

Pertama, strategi ofensif, yakni strategi menyerang guna memperluas pasar industri ke luar negeri. Strategi ini berlaku bagi 31% produk industri nasional yang memiliki daya saing di pasar ASEAN. Sektor industri ini antara lain industri karet, tekstil, makanan dan minuman serta otomotif. "Industri yang kami jagokan untuk ekspansi dan bisa merebut pasar luar negeri," kata Menteri Perindustrian M.S. Hidayat.

Kedua, strategi defensif, strategi mempertahankan pasar industri dalam negeri. Strategi ini berlaku bagi 69% industri yang kesulitan bersaing dengan produk ASEAN. Kelompok industri ini adalah garmen, alas kaki, semen dan keramik. "Kelompok industri defensif adalah kelompok industri yang kami andalkan agar bisa bertahan di pasar dalam negeri," kata Hidayat.

Sayang, pemerintah belum mau menjelaskan apa detail strategi ini. Termasuk apakah akan memberikan insentif kepada pelaku industrinya. Lebih celaka lagi, pebisnis menyatakan belum mendapat kabar apa-apa terkait rencana pemerintah ini.

"Tak ada strategi pemerintah itu, pemerintah cuek, kami malah menjadi industri yang mandiri," kata Marga Singgih, Ketua Pengembangan Usaha Dalam Negeri Asosiasi Sepatu Indonesia (Aprisindo), kepada KONTAN, kemarin.

Secara umum, KONTAN merangkum keluhan utama pelaku industri dalam negeri menyambut MEA adalah ketersediaan energi murah dan masalah infrastruktur. "Untuk menghadapi MEA, satu-satu tantangan industri adalah ketersediaan listrik," jelas Ade Sudrajat Usman, Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia.

Pengurus Asosiasi pengusaha Indonesia (Apindo) Franky Sibarani berpendapat, pemerintah harus mengurai kendala ketersediaan bahan baku, menekan biaya logistik, mengurangi beban energi listrik dan gas, dan menurunkan bunga bank. "Sebab membatalkan MEA itu sudah susah," tandas Franky. (Benediktus Krisna Yogatama/Sinar Putri S.Utami)

tribunnews
dataaceh- Bulan Ramadhan merupakan moment yang paling strategis bagi umat Islam untuk memperbaiki juga sebagai bahan introspeksi diri setelah melihat berbagai kekurangan-kekurangan yang telah dialami di masa lalu. Selama ini kerap timbul kesan bagi sebagian umat Islam bahwa bulan Ramadhan adalah bulan istirahat dan bulan berleha-leha menunggu kumandang adzan Maghrib.

Pemahaman seperti ini timbul dari salah baca terhadap makna Ramadhan yang sebenarnya. Secara etimologi, Ramadhan berasal dari akar kata “ramadl” yang berarti “membakar”. Artinya, Ramadhan adalah momentum umat Islam untuk membakar dosa lebih intensif dibandingkan bulan lain, sehingga usaha dan semangat beribadah pun mesti lebih masif dilakukan. Konon, para sahabat mempersiapkan penyambutan Ramadhan selama enam bulan. Enam bulan setelahnya, mereka khusyuk meminta kepada Allah SWT agar ibadah shaum-nya diterima.

Ramadhan adalah bulan suci yang penuh makna, sarat nilai, multi-hikmah dan bermega-pahala. Selain menyehatkan raga dan menenangkan jiwa, berpuasa juga mengajarkan hidup toleran, sederhana, dan bahkan produktif. Tidak hanya itu, Ramadhan turut meletakkan landasan pembangunan ekonomi umat.

Setiap kali Ramadhan datang, kita selalu menaruh harapan besar pada bulan suci itu. Harapan untuk kehidupan yang lebih baik sesuai dengan nilai-nilai qur’ani. Tidaklah mengherankan jika tema-tema dakwah Ramadhan selalu mengarah kepada perubahan. Seolah-olah Ramadhan akan merubah segalanya. Kehidupan Politik yang nir etika berubah menjadi kehidupan politik yang berbingkai moral dan berpayung kesantunan. Akhlak yang kerap kali absen dalam kehidupan sosial budaya berubah menjadi kehidupan yang berkeadaban. Demikian pula kehidupan ekonomi kita yang sangat kapitalistik dan abai terhadap dhuafa dan mustadh’afin, berubah menjadi kehidupan ekonomi yang menjunjung nilai-nilai syariah.

Berkah Ekonomi Islam 
Yang sangat menarik, karunia di tengah Ramadhan tidak hanya hal-hal yang berdimensi ukhrawi, tapi aspek keduniaan pun cukup terbuka lebar terutama dimensi ekonomi. Fakta menunjukkan, para pelaku ekonomi meraih pendapatan besar atas kehadiran bulan suci Ramadhan. Tak sedikit di antara umat manusia yang berpuasa ataupun tidak, dari barisan Muslim ataupun umat lainnya merasakan manfaat besar dari kehadiran Ramadhan yang tersirkulasi atau terdistribusi secara menyeluruh, mulai dari wilayah perkotaan hingga pedesaan.

Tak dapat disangkal, roda ekonomi benar-benar tampak hidup selama bulan suci ini. Karena itu, tidaklah berlebihan jika sebagian umat manusia mengharapkan seluruh bulan (sepanjang tahun) menjadi Ramadhan, meski hal ini tidaklah mungkin. Keinginan ini sebagai implikasi positif atas tingkat pendapatan yang menaik tajam dan hal ini berbeda bila diperbandingkan bulan-bulan lainnya.

Apa hubungannya dengan ekonomi Islam? Menurut Ali Sakti pegiat ekonomi Islam BI (Bank Indonesia) menuturkan Ramadhan adalah bulan ekonomi Islam. Pertama, Ramadhan adalah bulan di mana manusia bisa jernih berfikir dan bertindak sehingga dakwah-dakwah tentang manusia yang bersahaja dalam bingkai ekonomi Islam sangat dekat dengan perilaku manusia-manusia Ramadhan. Kedua, Ramadhan menjadi bulan di mana manusia bersemangat menjalankan perintah-perintah Tuhan tanpa banyak bertanya alasan di baliknya. Ketiga, pada Ramadhan manusia tidak atau mungkin kurang mengedepankan hitungan-hitungan cost-benefit material. Pada bulan ini manusia mengedepankan hitungan cost-benefit spiritual, sebagai kompensasi dari kerakusan pada bulan di luar Ramadhan atau memang sebuah kesadaran yang tulus. Kita perhatikan, perilaku sedekah, infak dan zakat meningkat cukup dramatis di bulan ini.

Di sinilah, bulan Ramadhan menjadi momentum lahirnya semangat dan kesadaran umat Islam untuk melakukan aktivitas ekonomi sesuai ajaran agamanya: menanggalkan riba (bunga), menjauhi gharar, maysir, tadlis, ihtikar dan lain sebagainya. Sebab, implikasi puasa tidak saja berdimensi ibadah spiritual an-sich, tetapi juga mengajarkan akhlak horizontal (mu’amalah), khususnya dalam bidang bisnis. Sungguh aneh apabila ada orang berpuasa dengan khusyuk, tetapi melanggar ajaran-ajaran Allah dalam mu’amalah, seperti masih mempraktekkan riba yang diharamkan atau melakukan penipuan harga yang tidak pantas.

Implementasi aktivitas ekonomi Islam ini diharapkan dapat memperkuat sendi perekonomian umat yang puncaknya akan melahirkan social distributive justice (keadilan distribusi sosial). Harta tidak hanya berputar pada segelintir orang dengan mengoptimalkan konsep zakat, infak, shadaqah dan wakaf.

Spirit Kebangkitan Ekonomi Islam
Dalam konteks historis, bulan Ramadhan merupakan momentum penting dan monumental dalam kebangkitan dan kejayaan Islam. Telah banyak perubahan besar dalam sejarah dakwah Islam yang terjadi pada bulan ini. Ramadhan juga telah mengantarkan Islam tersebar ke semenanjung Afrika dan Eropa. Sementara dalam konteks ibadah, Ramadhan adalah bulan semangat dan motivasi untuk memperbaiki diri dengan sederet ketaatan. Saatnya generasi berikutnya menapaktilasi dan mengukir kembali kemenangan-kemenangan itu, merebut kembali peradaban Islam yang terampas. Maka, meraih peradaban mesti dilakukan dengan memperkuat aspek ekonomi itu. Kebangkitan Islam hanya akan terejawantah dalam wujudnya yang ideal ketika ekonomi Islam dapat membumi dan menjadi landasan aktivitas perekonomian umatnya.

Pesan implisit Ramadhan patut dijadikan masukan dalam membangun perekonomian umat dan bangsa ke depan. Pembangunan harus dimulai dengan membangun nilai nilai ekonomi Islam dalam kehidupan. Pemberdayaan sumber daya rakyat berdasarkan nilai-nilai Qurani harus diprioritaskan.

Gagasan negara sejahtera dapat terwujud, apabila pembangunan fisik dan spiritual (ketaqwaan) harus berjalan seimbang. Inilah model pembangunan ekonomi yang ideal. Selain faktor-faktor produksi, tingkat ketaqwaan juga merupakan “driving force” pembangunan ekonomi umat. Menurut Ramzan Akhtar (1993) dalam artikelnya “Modelling the economic growth of an Islamic economy” yang dipublikasikan di “The American Journal of Islamic Social Science (AJISS)” menyebutkan bahwa tanpa adanya rahmat Ilahi, maka pembangunan ekonomi sangatlah mustahil terjadi. Negara yang dihuni warga muttaqin pasti akan mendatangkan rahmat Ilahi sehingga terwujudlah negara sejahtera. Wallahualam.

dakwatuna
Data-TAK lama lagi masyarakat bisa bertransaksi dengan uang baru. Yakni Uang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Bank Indonesia memastikan mata uang baru itu diluncurkan pada 17 Agustus 2014, bertepatan dengan peringatan kemerdekaan Indonesia.

“Pada 17 Agustus nanti uang itu akan diperkenalkan dan sudah masuk ke mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM),” kata Deputi Gubernur BI Ronald Waas, di Batam, Kamis (19/6).

Dia menjelaskan, uang baru itu bakal dibubuhkan dengan tanda tangan Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo dan Menteri Keuangan Chatib Basri sebagaimana telah diamanatkan UU Mata Uang. Selain itu, tulisan yang tertera dalam uang baru bukan lagi Bank Indonesia melainkan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Namun Ronald masih menutup rapat saat ditanya berapa pecahan uang baru tersebut. “Saya belum bisa menyebutkan itu. Tunggu saja nanti,” kata dia. Yang jelas BI dan pemerintah sudah sepakat dengan desain gambar dan tulisan yang ada dalam uang baru tersebut. (ant/rr/mas)

Data - Bulan Ramadhan segera tiba. Bulan yang penuh dengan berkah ini selalu di nantikan oleh seluruh umat muslim. Berkah Ramadhan datang satu kali dalam setahun dan sayang untuk dilewatkan. Berkah usahapun ikut dirasakan oleh banyak orang dengan datangnya bulan Ramadhan. Banyak muncul usaha musiman yang memanfaatkan potensi pasar yang ada di bulan ini. Mengintip peluang bisnis menjelang puasa, pada saat puasa dan saat lebaran tiba memang cukup menarik. Melihat di tahun-tahun sebelumnya peluang bisnis ini cukup baik. Peluang usaha yang dapat di jalankan baik itu menjelang puasa, pada saat puasa dan saat lebaran tiba banyak sekali jenisnya, berikut ada beberapa alternatif peluang usaha tersebut.

Peluang usaha jelang Puasa atau Ramadhan:

1. Bisnis Makanan

Sekalipun judulnya puasa, namun makanan adalah primadona bisnis di bulan ini. Anda bisa berjualan berjualan makanan mulai untuk sahur hingga berbuka puasa. Berbagai makanan khas puasa akan menjadi serbuan masyarakat, karena saat ini banyak orang ingin sesuatu yang praktis alias tidak repot, membeli yang sudah jadi akan jadi pilihan dari pada harus repot memasak sendiri. Seperti bisnis jualan gorengan , usaha jualan kolak , candil dll. Tipsnya anda cari tempat2 yang tepat dan mudah di jangkau . Jualan non permanent alias di pinggir jalan bisa jadi tempat yg strategis . Karena pembeli biasanya orang yg pulang kantor yg tidak keburu membatalkan puasa di rumah.

2. Bisnis Catering Untuk Buka Puasa Bersama

Peluang bisnis catering, biasanya banyak orderan untuk buka puasa bersama event kantor maupun keluarga . Tidak ada salahnya memulai usaha catering pada bulan ini dengan membidik segmen “buka bersama” sebagai pasar utama. Siapkan menu-menu menarik dari sekarang.

3. Bisnis Kue Lebaran Dan Parcel Lebaran

Peluang usaha bisnis kue lebaran hampir tiap tahun HOT menjelang Lebaran Idulfitri . Walaupun banyak juga yang membuat sendiri tetapi masih banyak orang yang lebih suka membeli kue-kue lebaran di pasar atau di mall. Ini juga berhubungan dengan budaya halal bihalal yang sudah mendarah daging pada masyarakat kita. Sehingga diperlukan banyak suguhan pada hari yang fitri tersebut untuk menjamu tamu yang datang. Dan ini adalah potensi pasar yang besar,kita bisa ikut nimbrung menikmati usaha yang “lezat” ini.

4. Memproduksi Atau Berjualan Busana Muslim

Bisnis Pakaian Muslim dan Perlengkapan Sholat. Biasanya bulan Ramadhan sampai menjelang lebaran aktivitas belanja baju muslim masyarakat terus meningkat. Banyaknya acara berbuka bersama dengan teman kerja, relasi, atau keluarga besar menjadi salah satu pendorong orang membeli baju muslim.

Seperti baju koko, mukena, jilbab,sajadah, peci,gamis, sarung baju muslim anakdan lain sebagainya. Atau bisa juga busana umum baik untuk laki-laki atau perempuan dari mulai balita, anak-anak. remaja sampai untuk orang dewasa. Bisnis busana termasuk yang paling menikmati panen raya pada bulan puasa ini.

5. Bisnis Rental Mobil

Peluang usaha rental mobil jelang lebaran juga masuk kategory paling HOT  , sekarang akan jadi makin HOT lagi seiring dengan makin mahal dan susahnya cari tiket kereta dan pesawat . Orang akan berfikir alternatif memakan rental mobil untuk bersama satu keluarga. Dan Mobil rental sekaligus bisa dipakai untuk silaturahmi di kampung halaman.

Semoga dari uraian singkat ini bisa memberikan gambaran usaha bagi Anda dan semoga apapun usaha yang akan  dijalankan dapat memberi keberkahan untuk semua. Atau mungkin ada ide bisnis lain yang mungkin cocok silahkan berbagi ide disini. (bn/dari berbagai sumber)

Data-Memiliki gaji tinggi pada level profesi fresh graduate? Hal ini mungkin menjadi impian semua orang yang baru lulus kuliah dan mencari pekerjaan pertamanya. Terkadang karena dianggap belum memiliki pengalaman yang cukup, seorang fresh graduate memiliki gaji di bawah rata-rata meskipun tidak semua mengalami hal yang sama. Ada beberapa faktor yang berpengaruh pada besar kecilnya gaji, salah satunya adalah jenis profesi yang diambil. Berikut daftar profesi yang memiliki gaji tertinggi dan juga terendah untuk para fresh graduate.

Gaji Fresh Graduate Tertinggi
1.  Petroleum Engineer
Sudah menjadi rahasia umum jika lulusan dari jurusan teknik perminyakan memiliki standar gaji paling tinggi, salah satunya yang berprofesi sebagai petroleum engineer. Berdasarkan salah satu situs penyedia lowongan kerja, profesi petroleum engineer memiliki standar gaji awal minimal Rp 5 juta. Di perusahaan nasional seperti PT Pertamina Hulu Energi, mereka umumnya mendapatkan standar gaji sebesar Rp 7,5 juta, sedangkan untuk perusahaan minyak internasional seperti Chevron dan Exxon, standar gaji untuk para pemula bisa mencapai lebih dari Rp 10 juta/bulan.

2.  Ahli Geologi
Bekerja sebagai ahli geologi menjanjikan gaji yang cukup besar. Sama dengan petroleum engineer, ahli geologi juga memiliki standar gaji fresh graduate paling tinggi yaitu minimal Rp 5 juta. Tidak banyaknya ahli geologi di Indonesia membuat para lulusan berprestasi dari jurusan ini umumnya langsung direkrut oleh perusahaan tambang, apalagi jika berasal dari perusahaan asing.

3.  Management Trainee di Bank
Selain profesi pertambangan dan perminyakan, ada anggapan dalam masyarakat Indonesia yang menyatakan bahwa jika menginginkan gaji tinggi orang sebaiknya melamar pekerjaan di bank. Stereotip tersebut memang benar khusunya bagi para fresh graduate yang masuk dalam program management trainee di bank. Rata-rata mereka bisa mengantongi gaji Rp 4-5 juta per bulan dan itu pun belum termasuk bonus.

4.  Auditor
Bagi para lulusan di bidang ekonomi akuntansi, berprofesi sebagai seorang auditor merupakan impian mereka. Tidak heran karena rata-rata fresh graduate auditor berkisar antara 5 hingga 7 juta rupiah per bulannya, terutama bagi mereka yang bekerja sebagai internal auditor di sebuah perusahaan asing yang gajinya dapat mencapai Rp 10 juta per bulan.

5.  Engineer
Profesi ini sebenarnya memiliki wilayah kerja yang cukup luas karena dapat ditemukan di perusahaan telekomunikasi, listrik, hingga layanan penerbangan. Gaji yang ditawarkan untuk level fresh graduate pun cukup menjanjikan yakni di atas Rp 5 juta per bulan, itu pun tergantung di perusahaan mana ia bekerja.


Gaji Terendah Fresh Graduate

1.  Creative Staff
Bekerja di industri televisi di Indonesia memang sangat menggiurkan, karena sifat pekerjaannya yang dinamis dan banyak tantangan. Namun di balik gemerlap dunia pertelevisian Indonesia, gaji para pegawainya khususnya di tingkat fresh graduate sangatlah kecil, salah satunya adalah bagian creative staff. Salah satu stasiun TV swasta Indonesia memberi gaji para creative fresh graduatenya di bawah Rp 2 juta. Gaji tersebut termasuk di bawah rata-rata karena jam kerjanya yang tidak menentu dan tekanan kerjanya yang tinggi.

2.  Reporter
Reporter Masih berada pada lingkup media informasi, menjadi seorang reporter pemula di media online juga banyak memiliki suka-duka. Gaji yang minim, jam kerja yang tidak menentu dan stres sudah menjadi makanan sehari-hari. Dengan penghasilan rata-rata di bawah Rp 2 juta per bulannya, mereka harus tetap bisa menghasilkan sebuah berita yang maksimal.

3.  Sales
Profesi sales marketing ini sebenarnya cukup penting karena dari merekalah produk sebuah perusahaan bisa dipasarkan, namun entah mengapa profesi ini termasuk salah satu profesi bergaji kecil di Indonesia. Rata-rata sales di level fresh graduate memiliki gaji Rp 2,4 juta per bulan dengan catatan biasanya mereka dapat mendapat bonus lebih jika hasil penjualan menguntungkan.

4.  Graphic Designer
Mendengar nama profesi graphic designer sepertinya terlihat keren dan langsung terbayang gaji yang tinggi tetapi kenyataannya di Indonesia gaji awal untuk profesi ini hanya berkisar Rp 2,5 juta per bulan. Tetapi ada kalanya para graphic designer ini mengerjakan proyek tersendiri di luar perusahaan tempatnya bekerja sehingga ia dapat memperoleh tambahan dari proyek sampingan tersebut yang jumlahnya dapat mencapai 2-3 kali lipat dari gaji pokoknya.

5.  Customer Service Officer
Bekerja di bagian layanan pelanggan tidaklah mudah karena tugasnya langsung menangani berbagai masalah yang dihadapi oleh para pengguna jasa perusahannya. Rata-rata gaji para customer service officer ini hanya berkisar Rp 2 juta per bulan sehingga mereka kadang mengandalkan bonus (jika ada) untuk dapat meningkatkan taraf hidup mereka.

imoney
Data-MASYARAKAT Aceh memiliki budaya penyebutan nama daerah sesuai dengan kejadian atau peristiwa-peristiwa besar dan ketokohan seseorang. Nama daerah tersebut kemudian ditabalkan untuk gampong yang baru saja didiami dan tidak jarang masih dipakai hingga sekarang. Nama-nama daerah atau gampong di Aceh tersebut terkadang terdengar unik, baik bagi pendatang maupun warga setempat. Lantas seperti apa nama-nama gampong tersebut? 

Samahani-Aceh Besar
Samahani merupakan daerah kelahiran Bupati Aceh Besar Mukhlis A Basyah alias Adun Mukhlis. Samahani merupakan salah satu kemukiman yang ada di Aceh Besar dan terkenal dengan roti selai rasa srikaya. Pertanyaannya, kenapa daerah tersebut dinamakan Samahani? "Dulunya di daerah ini ada pedagang keturunan India bernama Ghani. Dia sering berjualan di daerah tersebut dengan mengusung barang dagangan di atas kepalanya," ujar dosen Sejarah FKIP Unsyiah, Teuku Abdullah Sakti saat dihubungi ATJEHPOSTcom, Senin, 26 Mei 2014. Menurutnya, berdasarkan cerita rakyat, Ghani yang kerap melewati daerah ini sering dikerubungi elang yang ingin memakan barang dagangannya. "Jadi elang sama-sama (terbang berkeliling) di atas kepala si Ghani ini. Lama kelamaan, masyarakat setempat kemudian menyebut daerah ini dengan Sama si Ghani yang kemudian menjadi Samahani," ujar pecinta hikayat Aceh ini. Tokoh budaya Aceh ini mengaku banyak sekali nama-nama gampong yang memiliki latar belakang sejarah unik di Aceh. Dia pun merasa terpanggil untuk membukukan nama-nama unik gampong di seputar daerah Aceh tersebut meski hingga saat ini belum memiliki dana. "Sudah pernah saya susun dan ringkas. Termasuk ringkasan dari sejumlah paper mahasiswa yang mengikuti kuliah sejarah Daerah Aceh yang saya asuh di FKIP Unsyiah. Tapi banyak pihak yang tidak berminat untuk menjadikannya buku," kata Teuku Abdullah. Alue Leuhob Selain Samahani, nama gampong unik lainnya seperti 

Alue Leuhob, Aceh Utara. 
Teuku Abdullah mengatakan daerah ini merupakan sebuah desa di kawasan transmigrasi Buket Hagu Cot Girek, Aceh Utara. Sejak tahun 1984, desa Alue Leuhob sudah termasuk desa mandiri atau lepas dari pengelolaan Departemen Transmigrasi. Dengan demikian Alue Leuhob merupakan Desa ke -100 di Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara. "Nama Alue Leuhob berasal dari dua kata, yaitu Alue dan Leuhob. Alue, artinya sungai kecil, sedangkan Leuhob berarti lumpur. Secara sederhana Alue Leuhob berarti: Sungai Kecil yang berlumpur," katanya. Dari pengertian nama gampong tersebut, tentunya kita dapat membayangkan bahwa daerah ini merupakan salah satu daerah berawa dan dipenuhi lumpur. Sementara realita yang bisa ditemui di lapangan, desa ini “amat bersih” dari jebakan lumpur. 

Lama Inong-Aceh Barat Daya
Contoh unik nama gampong lainnya seperti Gampong Lama Inong di Aceh Barat Daya. Berdasarkan sejarah gampong tersebut diketahui pada zaman dulu, tiga orang dari Pidie merantau ke daerah ini. Salah satu di antaranya adalah Teuku Karim dari Desa Ujong Rimba, Pidie. "Pada mulanya mereka menetap di daerah Nagan (Jeuram) dan mulai membuka seuneubok lada atau tempat bercocok tanam lada keumeukok (lada berekor)," kata Teuku Abdullah. Ketiga anak muda itu memiliki bakat pergaulan yang baik. Di siang hari mereka bekerja di kebun lada, sedang pada malam hari mengajar anak-anak mengaji Alquran dan mengajar kitab-kitab kepada orang dewasa. Pengaruhnya semakin besar di kalangan rakyat daerah Seunagan Melihat gelagat yang kurang menguntungkan dirinya, raja Jeuram mulai gelisah. Dicarilah cara-cara agar ketiga anak muda itu mau pindah ke tempat lain. Akhirnya, raja berhasil membujuk mereka berangkat ke Aceh Selatan karena di sanalah yang paling cocok untuk membuka seuneubok lada. “Setelah diberi perbekalan oleh raja, berangkatlah Teuku Karim bersama dua kawannya ke Aceh Barat Daya (yang waktu itu masih disebut Aceh Barat Leupah),” katanya. Ketika berada di Aceh Selatan, mereka menumpang tinggal di rumah seorang perempuan di suatu desa yang belum punya nama. Dengan diantar perempuan tua itu sebagai penunjuk jalan, barangkatlah mereka menjumpai raja Teuku Sarullah ke daerah Kuala Batee. Kedatangan ketiga pemuda asal Pidie ini disambut baik oleh raja Teuku Sarullah. Kemudian, ketiganya menjadi tokoh-tokoh penggerak kemajuan rakyat di kerajaan Kuala Batee. Teuku Karim, sesudah jadi tokoh masyarakat bergelar Teuku Syik Karim. Peristiwa menumpangnya tiga pemuda perantau di rumah seorang perempuan tua itu, akhirnya menjadi sejarah yang dikenang oleh rakyat kerajaan Kuala Batee. Penyebabnya, ketiga anak muda tersebut telah mengukir sejarah yang indah bagi masyarakat di daerah itu. “Mungkin untuk mengenang peristiwa itu, maka daerah tempat menginap atau menumpang beberapa hari pemuda perantau itu, diberi nama Lama lnong, artinya perempuan lama atau perempuan tua,” ujar Teuku Abdullah. 

Jeurat Manyang Di Pidie, 
Jeurat Manyang. Gampong ini terletak di Kecamatan Mutiara, Pidie. “Dalam bahasa Indonesia arti harfiah dari Jeurat Manyang, yaitu kuburan tinggi,” katanya. Teuku Abdullah berkisah, pada zaman periode awal kedatangan Islam di Aceh telah datang ke desa (yang sekarang bernama Jeurat Manyang) seorang ulama dari negeri Pasai (Kerajaan Samudra Pasai). Ulama tersebut mengendarai seekor gajah. “Menurut sumber cerita orang-orang tua, ulama itu berasal dari suatu daerah bernama Jeurat Manyang (Rhang Manyang) di Kerajaan Samudra Pasai, Aceh Utara. Masyarakat menyebut ulama itu dengan gelar Teungku Jeurat Manyang,” katanya. Setelah tinggal menetap di situ, Teungku Jeurat Manyang lalu mendirikan dayah (pesantren). Banyak sekali santri yang belajar ke dayah tersebut sehingga dikenal oleh masyarakat luas. Saat Teungku Jeurat Manyang meninggal, dayahnya terus dikembangkan oleh murid-muridnya. “Akhirnya untuk mengenang dan menghormati ulama ini, maka tempat daerah lokasi dayah didirikan sekaligus tempat beliau dikuburkan dinamakan Kampung Jeurat Manyang. Jeurat Manyang, berarti di situ pernah berjasa Teungku Jeurat Manyang asal Pasai, Aceh Utara,” kata Teuku Abdullah. Selain itu, kata dia, ada juga yang berpendapat penyebutan Gampong Jeurat Manyang disebabkan adanya makam tinggi (jeurat manyang) di daerah tersebut. “Kalau diperhatikan, letak kuburan itu memang pada tanah yang agak tinggi kalau dalam bahasa Aceh disebut Manyang. Sementara jeurat artinya kuburan. Jeurat Manyang makna harfiahnya Kubur yang tinggi,” katanya. 

Kandang Cut-Aceh Besar
Kampung Kandang Cut termasuk dalam Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar. Menurut cerita seorang sesepuh desa, zaman dulu di desa ini berdiri sebuah kerajaan yang besar dan megah. Kerajaan itu memiliki sebuah benteng terletak di Cot Kuta. Setelah berdiri sekian lama, kerajaan itu pun runtuh. Sesudah kerajaan lebur, maka yang tinggal hanya kuburan raja-raja dan keturunannya. Sebagai penghormatan kepada para raja yang dikebumikan di situ, kuburan inilah dinamakan Kandang. “Mungkin karena ada Kandang Rayeuk besar di tempat lain, maka makam raja ini dinamakan Kandang Cut artinya Perkuburan kecil. Seterusnya, nama desa itupun digelar orang Kampung Kandang Cut; artinya Cut atau Pocut (orang bangsawan) dikuburkan,” kata Teuku Abdullah Sakti. Dia turut merujuk catatan sejarah Aceh yang menyebutkan perkuburan “Kandang Cut” adalah makam-makam keturunan raja dari Kerajaan Aceh Darussalam. “Jadi bukan kuburan keturunan raja kerajaan yang berdiri di desa itu sendiri, sebagaimana dijelaskan sesepuh Desa Kandang Cut tersebut,” katanya. 

Alue Peudeueng-Aceh Barat
Desa Alue Peudeueng terletak di Kecamatan Kaway XVI, Kabupaten Aceh Barat. Menurut kisah, dulu nama kampung ini adalah Kuntirek yang kemudian diubah setelah terjadinya perang antar daerah. Wilayah ini diperintah oleh seorang pemimpin yang bergelar datuk. Pemimpin pertama bernama Datuk Raja Bujang. Wilayah kekuasaannya sangat luas, mulai Alue Gantung sampai ke Pasi Megat. Merujuk catatan Teuku Abdullah Sakti, secara berurutan datuk-datuk yang pernah memerintah di daerah ini adalah Datuk Raja Bujang, Datuk Teungku Meuko Cumeh, Datuk Keucik Padang, Datuk Keucik Kuta Baro, Datuk Genta Ali, Datuk Gadong, Datuk Jali, Datuk Bali, Datuk Sampe, dan Datuk Kaoy yang merupakan pemimpin yang bergelar datuk paling akhir. Setelah terjadi pembagian wilayah pada masa berkuasa datuk-datuk, maka desa itu dinamakan Alue Peudeueng. Berdasarkan arti kata, Alue berarti alur atau aliran sungai kecil. Sedangkan Peudeueng berarti pedang atau senjata tajam. “Jadi Alue Peudeung artinya aliran sungai yang ada pedangnya. Menurut cerita, pada suatu peristiwa perebutan kekuasaan zaman dulu, jatuhlah ke sungai sebilah pedang dari salah satu pihak. Karena air sungai sangat curam deras, maka pedang itu tak dapat diambil lagi,” kata Teuku Abdullah. 

Blang Panjo-Bireuen 
Di Bireuen juga terdapat gampong bernama Blang Panjo. Jika merujuk kata-kata Blang dalam bahasa Indonesia bisa diartikan sawah, sementara Panjo berarti batang kapuk. “Dulunya di gampong tersebut hanya ada persawahan dan bak panjo. Makanya dinamakan Blang Panjo,” ujar salah satu warga Blang Panjo, Iqbal Redha. Saat ini, kata dia, gampong tersebut dihuni oleh 100 kepala keluarga dan telah dihuni sejak Belanda masuk ke Aceh. 

Asan Bideuen-Bireuen
Gampong Asan Bideun merupakan salah satu desa yang ada di Bireuen. Penamaan gampong ini sangat menarik karena terkait erat dengan cerita gaib penduduk setempat. Menurut sejarah penduduk setempat, penamaan gampong ini berasal dari cerita adanya kuntilanak yang sering bernyanyi di batang angsana atau sonokembang. Pohon ini adalah sejenis pohon penghasil kayu berkualitas tinggi dari suku Fabaceae. Kayunya keras, kemerah-merahan, dan cukup berat, yang dalam perdagangan dikelompokkan sebagai narra atau rosewood. “Pohon asan (angsana) itu besar dan berhantu. Sering terdengar hantu perempuan bernyanyi (biduan) di pohon tersebut. Kemudian daerah ini disebut sebagai Gampog Asan Bideun,” ujar Iqbal. “Kini pohon tersebut sudah ditebang meski gampong itu masih disebut sebagai Asan Bideuen,” katanya. 

Meureudu-Pidie jaya
Meureudu merupakan ibukota Pidie Jaya usai pemekaran dari Pidie. Kota ini terletak di pesisir timur Kabupaten Pidie Jaya. Daerah ini terkenal dengan aneka masakan khas India yang lezat, seperti martabak kari dan nasi briani yang tidak berbeda jauh dengan negara asalnya, karena mayoritas penduduk Meureudu merupakan keturunan Hindi (India). Penamaan nama Meurudu terkait dengan sejarah meluasnya wilayah Kerajaan Aceh Darussalam yang berpusat di Banda Aceh. Berdasarkan cerita turun temurun penduduk Pidie Jaya, Meureudu berasal dari kata Meurah Du yang artinya gajah duduk. Konon dikisahkan pada saat Sultan Aceh melakukan perjalanan ke daerah-daerah dia menumpang seekor gajah. Namun saat tiba di Meureudu, gajah tersebut kelelahan dan beristirahat. Akibatnya, lokasi armada gajah milik kerajaan Aceh beristirahat ini kemudian disebut sebagai Meurah Du yang kemudian menjadi Meureudu. Lokasi gajah duduk milik Sultan Aceh tersebut berada di Gampong Meunasah Raya, Meureudu. Di sana terdapat sebuah monumen yang menceritakan asal mula penamaan Meureudu, yang bisa ditemui hingga sekarang. Di catatan sejarah lainnya yang ditulis Ali Hasjmy mengungkapkan bahwa penamaan Meureudu berasal dari nama salah satu putera Makdum Malik Mansur dari kerajaan Peureulak. Ia terkenal dengan gelar Meurah Meria atau Tue Mersa. Makdum Malik Mansur memiliki tujuh orang anak laki-laki, yaitu Meurah Jernang, Meurah Bacang, Meurah Itam, Meurah Puteh, Meurah Silu dan Meurah Mege. Ketujuh anaknya tersebut ditugaskan menyebarkan dakwah ke daerah-daerah lainnya di luar Peureulak seperti ke Seunagan, Barus, Beuracan, Kiran, Jeumpa Syahir Tanwi, dan Daya. Nama Meureudu sendiri berasal dari Meurah dua, yakni Meurah Itam dan Meurah Puteh yang kemudian diberi nama oleh Sultan Malik Saleh (Meurah Silu) menjadi Meurdu.[]

atjehpost
Data-Revolusi industri telah melahirkan beragam teknologi modern yang membuat hampir semua yang bisa dilakukan manusia menjadi lebih cepat. Berkembangnya teknologi industri juga merambah ke bidang pertanian dengan ditemukannya beragam pupuk organik, pestisida, dan mesin-mesin untuk mekanisasi pertanian. Dilihat dari satu sudut pandang dan dari satu dimensi waktu, penemuan teknologi di bidang pertanian tersebut telah mampu meningkatkan produktivitas lahan secara signifikan. Secara agroindustri, kenaikan produksi pertanian per satuan waktu juga memberikan keuntungan yang lebih besar. Akan tetapi, ketika dilihat dari sisi dan dimensi waktu yang lain, penggunaan teknologi pertanian yang dikatakan modern tersebut telah membawa dampak negatif yang tidak sedikit tingkat kerugian yang ditimbulkannya. 

Penggunaan pupuk anorganik memang mampu menaikkan produksi per satuan luas per satuan waktu dalam waktu yang singkat. Akan tetapi, pupuk tersebut membuat struktur tanah menjadi lebih padat yang berakibat pada berkurangnya kemampuan tanah dalam menahan air, dan kesulitan dalam ditembus akar. Secara kimia, tanah akan menjadi lebih asam yang menyebabkan tanah menjadi kaya akan Fe dan Al yang akan meracuni tanaman. Akibatnya, pertumbuhan maksimal yang diharapkan malah menjadi gangguan pertumbuhan yang menyebabkan hasil tanaman berkurang. 

Penggunaan pestisida yang berlebihan dalam jangka panjang juga memuat ketidak seimbangan dalam ekosistem pertaian. Selain banyak hewan bukan sasaran yang mati karena penggunaan pestisida berlebihan, penggunaan pestisida telah membuat hama menjadi semakin resisten terhadap pestisida sehinga untuk mengendalikannya diperlukan dosis pestisida yang lebih banyak lagi. Semakin banyak pestisida yang diaplikasikan semakin banyak pula akumulasinya di lapangan yang pada akhirnya juga dapat merusak ekologi dan mengganggu kesehatan manusia.

Berdasarkan alasan-alasan tersebut dan beberapa alasan yang lainnya, kemudian mulai muncul konsep pertanian lingkungan. Dalam konsep pertanian lingkungan, bahan kimia tidak serta merta ditinggalkan. Yang dilakukan hanyalah mengkombinasikan antara pertanian kimia dengan pertanian biologi dalam mengendalikan hama dan penyakit tanaman. Seiring berjalnnya waktu, kesadaran akan pertanian yang dramah lingkungan semakin tinggi yang dapat dilihat dari munculnya asosiasi-asosiasi pertanian organi seperti IFOAM (International Federation of Organic Agriculture Movement). 

Pertanian berkelanjutan (sustainable agriculture) dipakai pertama kali oleh pakar FAO sebagai sinonim dari agroekosistem. Agroekosistem merupakan modifikasi ekosistem alamiah ekosistem alamiah dengan dengan sentuhan campur tangan manusia untuk menghasilkan bahan pangan, serat, dan kayu untuk memenuhi kebutuhan dan kesejahteraan manusia. Pada tahun yang sama istilah agroekosistem didefinisikan sebagai upaya untuk memadukan produktivitas, stabilitas, dan pemerataan. 

Pada dasarnya, sustainable mengandung dua makna besar yaitu maintenance dan prolong. Artinya suatu sistem pertanian yang mampu menjaga atau merawat dalam jangka waktu yang panjang. Manjaga atau merawat di sini adalah mamapu memberikan hasil yang tetap tinggi dalam jangka waktu yang lama, bukan seperti saat ini dimana hasil tinggi ketika awal pemberian input, baru setelah itu hasilnya merosot dengan tajam, 

Menurut Nasution (1995) pertanian berkelanjutan adalah kegiatan pertanian yang memaksimalkan manfaat sosial dan pengelolaan sumber daya biologis dengan syarat memelihara produktivitas dan efisiensi produksi komoditas pertanian, memelihara kualitas lingkungan hidup, dan produktivitas sumber daya sepanjang masa. Menurut Reintjes (1999), pertanian berkelanjutan adalah pengelolaan sumber daya pertanian untuk memenuhi perubahan kebutuhan manusia sambil mempertahankan atau meingkatkan kualitas leingkungan dan melestarikan sumber daya alam. 

Jadi, pada intinya, pertanian berkelanjutan bukanlah merupakan suatu teknologi yang benar-benar baru. Pertanian berkelanjutan lebih mengarah kepada sistem pertanian awal dimana masih menggunakan cara-cara yang tradisionol seperti penggunaan bahan-bahan organik untuk pemupukan. Pertanian berkelanjutan hanya merupakan reaktualisasi dari sistem pertanian yang lestari.

Refferensi:

Nasution, L.I. 1995. Pertanian Berkelanjutan dalam Kaitannya dengan Kegiatan Pendidikan Tinggi Pertanian. Gramedia Pustaka, Jakarta.

Salikin, K.A. 3003. Sistem Pertanian Berkelanjutan. Kanisius, Yogyakarta.

Data-Jakarta -Menteri Pertanian Indonesia Suswono dan Menteri Pertanian, Pangan, dan Peternakan Turki Mehmed Medi Eker, melakukan pertemuan bilateral membahas kerja sama antar negara. Pertemuan ini dilakukan di arena pameran industri pertanian di Konya, Turki.

Kedua pihak sepakat untuk meningkatkan kerja sama di bidang pertanian, utamanya dalam bidang riset dan pengembangan produk. Selain itu kedua negara juga sepakat meningkatkan perdagangan produk-produk pertanian guna mencapai target volume perdagangan senilai US$ 5 miliar pada 2015, sebagaimana yang disepakati pimpinan puncak kedua negara.

Suswono menyatakan, meminta agar kesepakatan tersebut ditindaklanjuti dengan membentuk kelompok kerja (working group) untuk mengimplementasikan hal-hal yang telah disepakati bersama. “Working group ini penting agar kesepakatan yang ada dapat diimplementasikan di lapangan,” katanya seperti dikutip dari siaran pers yang diterima detikFinance di Jakarta, Rabu (28/5/2014).

Mehmed pun sepakat dengan perlunya pembentukan kelompok kerja tersebut. Dia juga berharap, kerjasama Indonesia-Turki dalam bidang pertanian dapat terus ditingkatkan di masa mendatang.

Mehmed pun yakin banyak hal yang dapat dikerjasamakan dalam bidang pertanian kedua negara. Perbedaan musim, Indonesia tropis dan Turki subtropis, membuat banyak produk tidak dapat dihasilkan Turki dan demikian juga sebaliknya ada produk-produk pertanian yang tidak bisa dihasilkan di Indonesia.

“Saya yakin banyak yang bisa dikerjasamakan dalam bidang pertanian,” katanya.

Mehmed melanjutkan, Indonesia dan Turki aktif di G-8, G-20, dan OKI (Organisasi Konferensi Islam). Berbagai persoalan, termasuk bidang pertanian, dapat dibicarakan dalam kerangka kelompok negara tersebut.

Dalam kesempatan itu Mehmed mengungkapkan, hal yang dapat dilakukan dalam waktu dekat adalah kerjasama dalam bidang riset dan pengembangan (R & D) bidang pertanian. Hal ini juga disepakati oleh Suswono, dan diharapkan segera terwujud.

Kesepakatan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan penandatangan kerjasama riset dan pengembagan pertanian. Perjanjian kerjasama ditandatangani oleh Dirjen Riset dan Pengembangan Kementerian Pertanian, Pangan, dan Peternakan Turki dan Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Produk Pertanian (P2HP) Kementan RI.


(hds/ang) detik


Data-Pidie - Gubernur Aceh Dr H Zaini Abdullah yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Aceh, Dermawan MM, membuka Gelar Teknologi Tepat Guna ke IX se-Aceh di Lapangan Keunire, Pidie, Rabu (28/5/2014). Pembukaan diawali dengan penabuhan bedug dan pelepasan balon.

Dalam sambutan yang dibacakan oleh Sekda Aceh, Gubernur menekankan pemanfaatan teknologi ini tidak boleh berhenti pada satu titik, tapi terus bergerak menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.

“Akan lebih tepat kalau  penerapan teknologi itu berbasis pada kearifan lokal dan berorienstasi pada kelestarian lingkungan. Sehingga penggunaan teknologi tidak mengusik nilai sosial dan budaya yang ada di masyarakat kita,” ujarnya.

“Sudah saatnya kita menerapkan konsep pertanian berbasis teknologi. Penggunaan teknologi ini tidak lagi bisa dihindari, sebagai kosekuensi dari globalisasi, persaingan usaha serta upaya meningkatkan produktivitas,” lanjutnya.

Untuk itu diperlukan sumber daya manusia yang berkualitas dalam menerapkan Teknologi Tepat Guna, sebagai pendekatan yang ampuh untuk mempercepat pemberdayaan masyarakat. Penggunaan teknologi yang tepat tentunya akan meningkatkan nilai tambah dan efisiensi kerja yang dilakukan.

Ia melanjutkan, dalam beberapa tahun terakhir ini pertumbuhan ekonomi Aceh dari sektor pertanian terus menunjukan perkembangan yang cukup menggembirakan. Sumbangan sektor pertanian untuk Pendapatan Regional Domestic Bruto (PDRB) Aceh mencapai lebih dari 40 persen, jauh lebih besar dari sumbangan sektor minyak dan gas yang dulu pernah menjadi primadona sumber daya alam Aceh.

“Fakta ini mendorong Pemerintah Aceh untuk memberi perhatian yang lebih besar bagi kemajuan sektor pertanian,” ungkapnya.

Tujuan dari pagelaran Teknologi Tepat Guna adalah meningkatkan akses masyarakat dalam memperoleh informasi tentang Teknoligi serta dapat menstimulasi, mendorong atau memotivasi masyarakat agar mampu memecahkan masalah terkait upaya peningkatan produksi dan nilai tambah pertaniannya, sehingga masyarakat dapat menyesuaikan diri dengan kemajuan teknologi yang semakin berkembang.

“Itu sebabnya, saya berharap gelar teknologi tepat guna ini menjadi langkah awal guna mendorong masyarakat Aceh bergerak cepat menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman, sehingga pola-pola tradisional yang sudah tidak kompetitif lagi untuk diterapkan, bisa kita ubah ke era teknologi yang efektif, efisien dan tepat guna.”

Selain itu, Gubernur berharap Teknologi Tepat Guna ini juga bisa dijadikan sebagai ajang transformasi teknologi dan pengetahuan, sehingga masyarakat kita bisa memahami kemajuan teknologi yang berkembang di negara lain, kemudian bisa menjadi pertimbangan untuk diterapkan di negeri kita.

Guna mempercepat penerapan teknologi ini, diimbau pula agar Pemerintah Kabupaten/Kota di Aceh  segera membangun unit-unit pusat pelayanan Teknologi Tepat Guna di perdesaan atau yang disebut pos pelayanan teknologi pedesaan, untuk menyampaikan berbagai informasi terkait perkembangan teknologi kepada masyarakat.

 “Kita juga mendorong agar para peneliti dan kreator teknologi terus meningkatkan kinerjanya untuk menciptakan teknologi baru di bidang-bidang produksi, sehingga produktivitas masyarakat kita terus meningkat,” katanya lagi.

Pemerintah Aceh  akan memberi penghargaan kepada para penemu yang berhasil menciptakan karya baru di bidang teknologi ini. Penghargaan tidak hanya dalam bentuk uang, tapi  juga sertifikat, hak paten, serta upaya mensosialisasikan temuan tersebut hingga tingkat nasional.

“Dengan rangsangan ini, kita berharap ke depan akan lebih banyak temuan di bidang teknologi tepat guna yang bisa dihasilkan di Aceh,” pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Pidie, Sarjani Abdullah mengungkapkan kebanggannya sebagai tuan rumah TTG IX. Ia berharap kegiatan tersebut dapat mewujudkan persamaan persepsi untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas hidup masyarakat.

Hal serupa juga disampaikan oleh Direktur Jenderal Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dirjen PMD), Ir Tarmizi A Karim MSc, yang pada kesempatan tersebut diwakili oleh Direktur Suber Daya ALam dan Teknologi Tepat Guna, Yulia.

Setelah tiba di Pidie, malam harinya sebelum pembukaan Yulia dan rombongan berkeliling setiap stand dan cukup kaget dengan peralatan teknologi yang dihasilkan oleh para remaja Aceh.

“Kita wajib mendukung anak-anak muda untuk berkreasi,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan ini dapat memberi nilai tambah bagi masyarakat, sehingga mampu meningkatkan kualitas kuantitas produk yang dihasilkan oleh masyarakat.

Kepala BPM Aceh, Drs. Zulkifli mengatakan, bahwa acara ini merupakan langkah strategis penyebarluasan informasi teknologi kepada masyarakat, sehingga menambah pengetahuan masyarakat di berbagai sektor usaha.

“Kegiatan ini juga untuk menyongsong TTG Nasional ke-16 di Samarinda dan persiapan Aceh sebagai tuan rumah TTG 17 Nasioal tahun 2015 mendatang,” pungkasnya. [sp] 

Data-Jakarta - MK menghapus UU yang mengebiri asas kekeluargaan koperasi yang diatur dalam UUD 1945. UU yang dihapus itu pun dianggap telah menghilangkan filosofi gotong royong rakyat Indonesia.

"Mengabulkan permohonan pemohon III, pemohon V, pemohon VI, pemohon VII dan pemohon VIII," kata ketua majelis konstitusi Hamdan Zoelva dalam persidangan di Gedung MK, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (28/5/2014).

Adalah UU No 17 Tahun 2012 tentang Perkoperasian yang dianggap MK membuat koperasi tak jauh berbeda dengan PT melalui pembatasan jenis usahanya. Filosofi UU Koperasi yang diujimaterikan ini juga tidak sesuai dengan semangat usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan.

Padahal di Pasal 33 ayat 1 UUD 1945 disebutkan koperasi harus dilandaskan asas kekeluargaan dengan semangat gotong royong. Tapi UU Koperasi malah menghilangkan entitas pelaku ekonomi khas bangsa Indonesia itu.

Sehingga MK menghapus seluruh UU tersebut, dan menggantinya dengan UU No 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian hingga ada UU pengganti. "UU Nomor 25 tahun 1992 tentang Perkoperasian berlaku untuk sementara waktu sampai dengan terbentuknya UU yang baru," kata Hamdan.

Sementara salah satu pemohon bernama Wigati Ningsih menyambut gembira putusan MK ini. Ia menilai UU Koperasi yang dihapus MK telah membuat usaha koperasi hanya memberikan keuntungan pada pemilik modal, bukan anggotanya.

"Koperasi itu disamakan dengan PT. Termasuk juga permodalan, penyertaan permodalan dari luar. Dengan adanya permodalan dari luar, tidak lagi keuntungan koperasi jadi milik semua anggota, tapi jadi milik pemodal," ujar Wigati usai sidang

detik
BANDA ACEH - Ulama di Aceh secara keilmuan lebih memahami sistem ekonomi syariah ketimbang para praktisi lain di luar keilmuan itu. Sangat naif jika masukan dari ulama terkait bank syariah dianggap sebagai kritikan mencari-cari kesalahan Pemerintah Aceh yang hingga kini belum mau menjadikan Bank Aceh sebagai lembaga perbankan yang dikelola sesuai syariah.

Demikian disampaikan sejumlah kalangan di Aceh, menanggapi kritikan panas yang dilontarkan Kepala Biro Humas Aceh, Murthalamuddin, terkait usulan para ulama menjadikan Bank Aceh sebagai bank yang dikelola sesuai syariah.

Komentar Murthalamuddin, seperti diberitakan Serambi, edisi Kamis (22/5) memancing reaksi dari sejumlah elemen santri di Aceh. Hingga Kamis malam kemarin, redaksi menerima banyak rilis yang menyesalkan tindakan Kepala Biro Humas yang dinilai tidak memahami persoalan dan telah melukai perasaan para ulama di Aceh.

Salah satu kritikan pedas terhadap pernyataan Kepala Biro Humas Setda Aceh, Murthalamuddin, disampaikan akademisi Universitas Syiah Kuala, Rustam Effendi. Dia sangat menyesalkan pernyataan Kepala Biro Humas yang tidak mencerminkan representatif Pemerintah Aceh.

“Itu Humas salah minum obat. Humas ngawur. Mana boleh Humas seperti itu. Humas itu harus santun, arif dan bijak dalam menyampaikan sesuatu,” katanya.

Menurut Dosen Fakultas Ekonomi Unsyiah ini, ada tiga kesalahan fatal dari apa yang disampaikan Murthalamuddin. Pertama, yang bersangkutan tidak memahami soal perbankan.

“Kalau ditanya kenapa harus Bank Aceh? Ya karena bank itu punya kita. Milik rakyat Aceh. Saham dan modalnya milik Pemerintah Aceh dan kabupaten/kota. Ini yang tidak dia pahami. Jadi apa yang disampaikan ulama itu sudah sangat benar. Saya malah sudah sejak tiga tahun lalu menyarankan Bank Aceh diubah ke syariah. Bukan spin off (pemisahan),” tegas Rustam.

Kesalahan kedua, lanjut Rustam, dia (Murthalamuddin) telah menafikan ulama.  “Ulama lebih paham soal ekonomi syariah. Apabila ulama pun sudah tidak kita dengar, maka sudah tidak tahu lagi siapa yang harus kita dengar. Membaca berita hari ini, sedih sekali hati saya,” tambahnya.

Kesalahan selanjutnya adalah yang bersangkutan tidak paham akan peran dan fungsi kehumasan. Dia menyarankan Murthalamuddin agar belajar komunikasi publik dan komunikasi politik.

“Humas itu bukan pembela Pemerintah. Tugas Humas itu memfasilitasi, mengkomunikasikan, serta menerima masukan. Saran saya, Bapak Gubernur perlu mempertimbangkan kembali jabatan dia sebagai Kepala Biro Humas. Kalau seperti ini model Humas, maka akan sangat berbahaya bagi Pak Gubernur sendiri,” demikian Rustam. 

Sementara itu, Wakil Sekjend Rabithah Thaliban Aceh (RTA), Teuku Zulkhairi, MA mengharapkan Pemerintah Aceh selalu terbuka pada kritikan. Menurutnya, manusia diberikan satu mulut dan dua telinga. Sebagai pemegang kekuasaan, kedua telinga harus selalu difungsikan untuk menyerap aspirasi dan kritikan sepedas apapaun. “Jangan antikritik, apalagi sampai membalas kritikan dengan hinaan. Kalau tidak mau dikritik, jangan berbaur dengan pemerintah. Apalagi, semua orang tahu bahwa Pemerintah Aceh memang tidak serius mensyaratkan seluruh unit Bank Aceh,” katanya.

Apa yang disampaikan Karo Humas Pemda Aceh, menurut Teuku Zulkhairi, seolah ulama telah setiap hari menghujat pemerintah Aceh dengan alasan yang dicari-cari.

Ketua Ikatan Penulis Santri Aceh (IPSA) Tgk Ihsan M Jakfar. Dalam rilis yang diterima Serambi kemarin, ia menyayangkan apa yang dilontarkan Murthalamuddin terkait masukan ulama untuk pemisahan Bank Aceh Syariah. “Kita tidak mengerti logika berpikir bagaimana yang dipakai Karo Humas tersebut hingga menuduh ulama sengaja mencari-cari alasan untuk menghujat,” ujarnya

Tgk Ikhsan mengatakan, ia tidak dapat memahami kondisi Pemerintahan Aceh saat ini yang seolah-olan antikritik sehingga masukan dari ulama dianggap hujatan. “Kita butuh penjelasan dari pemerintah Aceh terkait statemen Karo Humasnya. Karena ulama adalah orang tua kita. Jika ulama tak lagi didengarkan apalagi sampai menuduh ulama menghujat, siapa lagi yang ingin kita jadikan panutan,” tegas Tgk Ikhsan. 

Sementara, pengurus Pusat Geuma Aneuk Muda Nanggroe Aceh (GAMNA), T Irsyadi YS dalam rilis yang diterima Serambi Kamis (22/5) mempertanyakan sikap Kepala Biro Humas Aceh, Murthalamuddin yang menyebut ulama hanya mencari-cari alasan dan menghujat Pemerintah Aceh, terkait belum dipisahnya Bank Aceh Syariat sebagi unit yang mandiri dari Bank Aceh konvensional.

Menurut T Isrysadi YS, pernyataan Murthalamuddin itu memperlihatkan bahwa ia tidak memahami masalah. “Dia lupa, atau tidak tahu sama sekali, bahwa yang bertanggung jawab mengatur segala aspek tatanan kehidupan masyarakat Aceh adalah Pemerintah, dalam hal ini Pemerintah Aceh,” katanya.

Ia menegaskan, menghidupkan Bank Aceh Syariah bukan persoalan masyarakat memilih mana. Tetapi Pemerintah Aceh yang punya wewenang mengatur sistem pemerintahan dan lembaga-lembaga pendukung pemerintahan harus menjalankannya sesuai dengan syariat Islam. “Malah, menurut kami bukan menjadikan Bank Aceh Syariah terpisah dan mandiri dari bank induk. Tetapi, Pemerintah Aceh menjadikan Bank Aceh sebagai satu-satunya bank pemerintah daerah yang dikelola dengan sistem syariah dalam bentuk Bank Islam Aceh. (yos/ari)

aceh.tribune